UNY Dampingi Karang Taruna Kepuh Perkuat Keamanan Data Pribadi di Era Digital
Primary tabs

Gunungkidul, 18 April 2026, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan program “Pendampingan dan Penguatan Keamanan Data Pribadi bagi Anggota Karang Taruna di Padukuhan Kepuh, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 18 April 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi dan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam melindungi data pribadi dan menggunakan teknologi digital secara aman.
Perkembangan teknologi digital telah mendorong semakin intensifnya penggunaan media sosial, aplikasi komunikasi, dan berbagai layanan digital dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, peningkatan aktivitas digital juga diikuti dengan berbagai risiko, seperti pencurian akun, phishing, penyalahgunaan OTP, kebocoran data, serta penipuan berbasis rekayasa sosial. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan pemahaman dan praktik keamanan data pribadi di tingkat komunitas.
"Kegiatan PkM dilaksanakan dengan pendekatan participatory action yang menekankan prinsip belajar, berbuat, berubah. Pendekatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan secara langsung berbagai langkah pengamanan akun dan perangkat digital. ujar Abdullah Taman".
Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan program. Pada sesi pelatihan, peserta memperoleh pemahaman mengenai data pribadi, jejak digital, perlindungan data pribadi, ancaman siber sehari-hari, serta etika dalam menggunakan teknologi digital.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik secara langsung, antara lain membuat kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, mengatur pemulihan akun, memeriksa izin aplikasi, melakukan pembaruan sistem, serta mengenali dan menghadapi pesan atau tautan yang berpotensi merupakan phishing. Peserta juga diberikan simulasi kasus penipuan digital untuk meningkatkan kemampuan melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi atau mengakses suatu tautan.
Dalam kegiatan ini, tim PkM juga memperkenalkan Toolkit Keamanan Data Pribadi Karang Taruna yang dapat digunakan oleh mitra dalam penerapan keamanan digital secara berkelanjutan. Toolkit tersebut mencakup checklist audit privasi gawai, panduan pengaturan keamanan akun, template informed consent, template formulir pendaftaran berbasis prinsip minimisasi data, serta panduan penyimpanan dan berbagi dokumen dengan pengaturan hak akses.
Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap perilaku keamanan digital, seperti aktivasi autentikasi dua faktor, perubahan kata sandi, dan pengaturan pemulihan akun. Hasil evaluasi menjadi dasar bagi tim dalam memberikan rekomendasi tindak lanjut kepada mitra.
Untuk memastikan keberlanjutan program, kegiatan juga diarahkan pada pembentukan Duta Keamanan Digital Karang Taruna yang berperan sebagai penggerak dan pengingat praktik keamanan digital di lingkungan organisasi. Duta tersebut diharapkan dapat membantu anggota lain dalam menerapkan kebiasaan keamanan digital, khususnya bagi anggota baru.
Tim PkM UNY berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi mampu membentuk kebiasaan baru dalam menjaga keamanan data pribadi. Dengan penguatan literasi dan keterampilan digital, anggota Karang Taruna diharapkan dapat menjadi generasi muda yang lebih cerdas, aman, bertanggung jawab, dan terlindungi dalam beraktivitas di ruang digital.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi UNY dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital yang aman dan bertanggung jawab.
Pewarta: Amalia Nurannisa S