UNY Perkuat Literasi Media Diaspora Indonesia melalui Kolaborasi dengan Lingkar Pengajian Beijing dan AFP Beijing
Primary tabs

Beijing, 14 Juni 2026, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kerja Sama Internasional menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Literasi Media Internasional untuk Mendukung Pendidikan Berkualitas bekerja sama dengan Lingkar Pengajian Beijing dan Agence France-Presse (AFP) Beijing. Program ini menjadi salah satu upaya penguatan kapasitas masyarakat Indonesia di luar negeri dalam menghadapi dinamika informasi global yang semakin cepat, lintas bahasa, dan lintas platform.
Program ini dilatarbelakangi meningkatnya tantangan misinformasi, disinformasi, bias pemberitaan, serta information overload yang dihadapi masyarakat dalam ekosistem digital. Kondisi tersebut menjadi semakin relevan bagi diaspora Indonesia di Beijing yang berinteraksi dengan beragam sumber informasi, mulai dari media internasional, media lokal Tiongkok, media Indonesia, hingga media sosial.
Melalui kegiatan ini, peserta diarahkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi pengguna media yang kritis, cermat, etis, dan bertanggung jawab. Kompetensi yang diperkuat meliputi critical reading, fact-checking, kemampuan mengenali framing pemberitaan, etika bermedia, serta keamanan digital. Program juga diarahkan untuk menghasilkan materi pembelajaran terstruktur yang dapat digunakan kembali oleh komunitas secara berkelanjutan.
Pelatihan dikembangkan menggunakan pendekatan pembelajaran yang partisipatif dan aplikatif. Tahapan program mencakup asesmen kebutuhan peserta, perancangan kurikulum dan modul bersama mitra, pelaksanaan kelas interaktif, studi kasus pemberitaan internasional, simulasi verifikasi informasi, hingga proyek produksi konten edukatif. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, penilaian portofolio, umpan balik peserta, serta pendampingan bagi peserta terpilih melalui pendekatan training of trainers agar pengetahuan yang diperoleh dapat ditularkan kepada anggota komunitas lainnya.
Mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas
“Pendidikan berkualitas pada era digital tidak cukup hanya diukur dari kemampuan seseorang memperoleh informasi. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan memahami, memverifikasi, menilai kredibilitas, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Melalui program ini kami ingin membangun kapasitas peserta agar mampu berpikir kritis ketika berhadapan dengan informasi global, sehingga literasi media menjadi bagian integral dari proses pembelajaran sepanjang hayat.” Ujar Kristiyono.
Pernyataan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goal 4 (SDG 4) — Pendidikan Berkualitas. Dalam rancangan program, kontribusi terhadap SDG 4 diwujudkan melalui peningkatan kompetensi literasi media sebagai keterampilan abad ke-21, penyediaan pembelajaran terstruktur dan terukur, serta pengembangan akses pembelajaran yang dapat menjangkau komunitas diaspora.
“Di tengah banjir informasi, pendidikan berkualitas harus melahirkan masyarakat yang tidak mudah menerima atau menyebarkan informasi tanpa proses verifikasi. Kemampuan fact-checking, membaca konteks, memahami framing, dan menjaga etika komunikasi adalah kompetensi pendidikan yang semakin fundamental.” Tutur Slamet Widodo
Kolaborasi Internasional untuk SDG 17
Pelaksanaan kegiatan bersama Lingkar Pengajian Beijing dan AFP Beijing sekaligus memperkuat implementasi SDG 17 — Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi ini mempertemukan perguruan tinggi, komunitas diaspora Indonesia, dan institusi media internasional dalam suatu ekosistem pembelajaran lintas negara.
Dalam proposal program, kemitraan tersebut diarahkan pada transfer pengetahuan dan praktik profesional, khususnya terkait standar verifikasi informasi, etika jurnalistik, studi kasus pemberitaan internasional, serta pengembangan model kelas pakar yang dapat direplikasi.
“SDG 17 mengingatkan kita bahwa persoalan global tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Kolaborasi UNY, Lingkar Pengajian Beijing, dan AFP Beijing menunjukkan bagaimana perguruan tinggi, komunitas masyarakat, dan institusi media dapat berbagi pengetahuan serta pengalaman untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berkualitas,” ujar Faqih.
Menurutnya, nilai strategis kemitraan tidak berhenti pada penyelenggaraan satu kegiatan.
“Yang ingin dibangun adalah ekosistem. Ketika materi, pengalaman profesional, jaringan komunitas, dan kapasitas akademik dipertemukan, program dapat memiliki daya jangkau dan keberlanjutan yang lebih besar. Karena itu, kami juga mendorong lahirnya kader atau fasilitator internal melalui pendekatan training of trainers.” Ujar Ambarwati
Literasi Informasi dan Dukungan terhadap SDG 1
Selain kontribusi langsung terhadap pendidikan berkualitas dan kemitraan, penguatan literasi media dapat ditempatkan sebagai faktor pendukung SDG 1 — Tanpa Kemiskinan, terutama melalui peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang valid.
Dalam konteks tersebut, Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa kualitas informasi dapat berpengaruh terhadap kualitas keputusan sosial maupun ekonomi masyarakat.
“Literasi media memang bukan instrumen pengentasan kemiskinan secara langsung. Namun masyarakat yang mampu membedakan informasi benar dan menyesatkan akan memiliki dasar yang lebih baik ketika mengambil keputusan, termasuk keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan, layanan publik, peluang ekonomi, maupun pengelolaan keuangan. Karena itu, literasi informasi dapat menjadi salah satu kapasitas pendukung untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.” Tutur Amalia.
Keterkaitan dengan SDG 1 tersebut merupakan dampak pendukung dari peningkatan kapasitas literasi informasi, sedangkan fokus substansial yang dinyatakan secara eksplisit dalam program terutama berada pada penguatan SDG 4 melalui pendidikan dan literasi media serta SDG 17 melalui kemitraan internasional.
Dari Literasi Menuju Budaya Verifikasi
Program PkM ini diharapkan dapat mendorong perubahan yang lebih luas daripada sekadar peningkatan pengetahuan peserta. Kemampuan membaca informasi secara kritis, melakukan verifikasi, mengenali bias, serta memproduksi konten secara bertanggung jawab diharapkan berkembang menjadi budaya verifikasi di lingkungan komunitas.
Lingkar Pengajian Beijing memiliki posisi strategis sebagai komunitas diaspora yang dapat menjadi ruang pembelajaran berkelanjutan. Sementara keterlibatan AFP Beijing memberikan perspektif profesional mengenai bagaimana informasi diperoleh, diverifikasi, dikonstruksi, dan disampaikan kepada publik dalam lingkungan media internasional. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan pembelajaran literasi media yang kontekstual dan berorientasi praktik.
“Target akhir kami bukan hanya peserta memahami materi saat pelatihan berlangsung. Kami berharap terbentuk kebiasaan baru: memeriksa sebelum membagikan, membaca sebelum menyimpulkan, memahami konteks sebelum menilai, dan bertanggung jawab ketika memproduksi informasi. Itulah kontribusi nyata literasi media terhadap pendidikan berkualitas,” pungkas Abdullah Taman.
Melalui program ini, UNY menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kompetensi abad ke-21. Sinergi antara pendidikan berkualitas (SDG 4), penguatan kapasitas yang secara tidak langsung mendukung ketahanan sosial-ekonomi (SDG 1), serta kemitraan lintas negara dan lintas institusi (SDG 17) diharapkan menghasilkan model PkM internasional yang berkelanjutan, adaptif, dan dapat direplikasi pada komunitas diaspora Indonesia lainnya.
Pewarta: Faqih Ma'arif